
PROLOG
Wah,
bila saya mendegar kata ini terlintas ditelinga saya bahwa menulis adalah buah
pikir yang membutuhkan action. Dengan melihat ini sehingga saya ingin
membeberkan bahwa menulis itu hal yang sangat penting.
Saya sempat diskusi bersama wartawan bogor,
dan beliau sempat mengatakan bahwa bila kita tidak menulis maka ibaratnya kita
berada didalam zaman prasejarah. Zaman dimana manusia belum mengenal huruf.
Maka, penting untuk menulis
Benar dan tidaknya kembali kepada anda yang ingin
menafsirkan sesuatu. Karena, tentunya anda yang akan memulai. Dan, disini saya
akan membeberkan mengenai seluk – beluk menulis yang sempat saya dengar
Disini saya akan memulai dengan pertanyaan yang selalu
hangat ditengah kita.
Apa itu menulis?
Nah,
bila berbicara mengenai hal ini tentu mengigatkan kita akan sebuah definisi.
Dan, saya yakin anda dalam mendefinisikan sesuatu pasti berbeda, apalagi
menulis. Ini tergantung cara pandang anda.
Namun, disini saya akan mendefinisikan sesuai pendapat
saya yang bisa membantu definisi anda. Menulis merupakan buah pikiran yang
dapat merubah pola pikir seseorang dari ide dan gagasan anda. Betul tidak? Itu
tergantung anda, tetapi inilah pendapat saya yang saya utarakan disini.
Mungkin ini yang menjadi definisinya. Dan,
anda boleh mendefinisikan sesuatu dengan sudut pandang anda sendiri.
Siapa yang penulis itu?
Anda
sudah pasti menebak bahwa pertanyaan ini menjurus kepada pelaku. Dan yang
menjadi pertanyaan adalah pelakunya adalah siapa. Apakah saya sendiri, dia,
ataukah mereka. Tergantung anda mau menjurus kepada siapa. Tetapi
disini saya ingin mengatakan bahwa sang penulis adalah anda sendiri. Baik penulis yang belum memulai,
maupun yang sudah. Baik pemula maupun senior.
Percaya atau tidak, ini merupakan jawaban saya yang
memengaruhi anda bahwa anda adalah sang penulis itu.
Kenapa
Saya mengatakan demikian?
Disini saya lebih melihat bahwa anda adalah sang
penulis. Anda harus pikir bahwa anda memang pantas untuk menulis dan pantas
disebut sang penulis. Walaupun anda belum memulai. Dan, ketika anda bisa
berpikir demikian maka saya yakin anda adalah penulis itu.
Dimana
tempat yang tepat untuk menulis itu?
Disini saya ingin menguraikan bahwa, bagaimana kondisi
tempat yang tepat untuk menulis. Karena, ada beberapa orang memerlukan kondisi
yang tepat untuk menulis. Misal, menulis sambil mendegar lagu, saat santai,
saat berkunjung ke tempat umum ataupun lainnya.
Tetapi disini saya ingin mengatakan bahwa, tempat yang
layak untuk menulis, saya kira dimanapun bisa, asal kenyaman menulis itu dapat
tercipta. Bukan berarti kita harus sombong kepada orang lain, bahwa saya adalah
sang penulis, tetapi karena ide menulis itu selalu datang setiap saat dan tak
terduga. Betuk tidak? Kalau tidak setuju tidak papa toh…
Kapan
saya harus menulis?
Pertanyaan
ini juga ingin merujuk pada keterangan waktu. Waktu yang tepat untuk menulis.
Apakah sekarang, ataukah nanti?
Disini saya akan menguraikan beberapa alasan yang
menjadi kendala untuk menulis. Pertama, merasa sibuk dengan kegiatan
lain. Kedua, merasa belum waktunya untuk menulis. Ketiga, merasa
belum mendalami ilmu yang tepat untuk menulis dan lainnya. Saya kira ini adalah
stigma yang sebenarnya membuat anda harus menunda untuk menulis. Padahal kita
tidak perlu berpikir mengenai hal ini.
Ok, disini saya akan uraikan ketika alasan umum diatas
satu per satu.
Pertama, ketika orang merasa
sibuk maka, waktu yang tepat untuk menulispun menjadi tertunda. Padahal
bila disiasati maka mungkin, ada waktu yang tepat untuk menulis. Saya kira
jangan membohongi diri anda dengan menulis ini. Tapi pikirlah bahwa anda adalah
sang penulis itu.
Kedua, merasa belum waktunya
untuk menulis. Hal ini pun sama. Kita menunda waktu yang ada untuk menulis. Kita
merasa minder terhadap waktu. Padahal, kita punya waktu yang sama. Dua puluh
empat jam dalam sehari dan lainnya. Tingaal sekarang itu, mau mulai untuk
menulis atau tidak.Ketiga, belum memiliki ilmu atau keahlian yang tepat. Saya
kira inipun stigma yang salah dalam menulis. Karena menulis itu pada intinnya
juga adalah mengungkapkan ide agar diterima di publik. Itu sudah teman-
temanku. Jadi, kita jangan pikirkan sesuatu yang mungkin membatasi anda untuk
berekspresi. Betuk tidak? Karena secara filsafat kan, apa yang anda pikirkan
maka anda lakukan itu juga. Misal, ketika anda takut maka takut itu akan menghampiri
anda juga. Demikian juga untuk menulis ini.
Mengapa saya menulis?
Teman- temanku, banyak
sekali alasan untuk menulis. Ada yang beralasan bahwa menulis adalah bisnis
yang menjadikan, ada juga yang beralasan bahwa menulis adalah mencari
popularitas, dan masih banyak lagi alasan sang penulis. Tetapi disini saya
mengajak kepada anda, apalagi yang pemula, hiraukan dulu alasan untuk menulis
itu. Apalagi dalam mencari keuntungan. Prioritaskanlah bahwa yang penting saya
bisa menulis. TITIK.
Kenapa saya mengatakan
demikian? Karena bagi saya sendiri dan yang pemula, yang kita harus
prioritaskan saat ini adalah, yang penting saya bisa menulis itu. Setelah sudah
terbiasa barulah anda bisa menentukan alasan anda.
Ada beberapa alasan yang
membangun, yang saya sempat baca bahwa, menulis adalah proses kreativetas ide
agar bisa di terima di khayalak. Ada juga bahwa, therapy self. Artinya bahwa
terapi diri. Dengan menulis kita bisa mengunkap ide- ide kita yang mungkin dan
harus di ungkap, agar kita menjadi bebas dalam berpikir. Jadi, tulis dulu. Ok?
Ada yang setuju kah, atau?
Bagaimana menulis?
Pertanyaan ini adalah ingin
mengungkap, bagaimana cara untuk menulis. Tapi saya ingin mengatakan bahwa,
tulislah dulu sesuai kreativitas anda. Setelah anda sudah terbiasa barulah anda
akan menemukan sebuah jawaban pas untuk dunia kepenulisan itu. Dan memang
caranya itu, bahwa mulai saja dulu untuk menulis. Menulis, menulis dan menulis.
Jangan hiraukan, pertanyaan atau pernyataan yang akan timbul belakangan. Misal,
takut karena tidak sesuai dengan bahasa indonesia yang disempurnakan, takut
karena bahasanya berantakan. Tetapi saya mengatakan, mulai dulu lah untuk
menulis. Karena menulis itu modal nekat.
EPILOG
Itulah teman- temanku uraian
saya. Saya harap ini dapat membantu anda untuk menemukan
jawaban. Dan, sebenarnya ini adalah ide- ide saya yang sangat sederhana. Dan
yang lebih penting adalah mulai lah dari sekarang untuk menulis, dari hal – hal
yang sangat sederhana, dan dari diri anda. Begitu dulu teman-temanku. Mari
mulai untuk menulis. Karena caranya adalah menulis, menulis dan menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.