Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Rabu, 17 November 2010

Adakah cerita lain dari Obama?

Obama can not speak with us about criminal in west papua, why?



Pidato telah dimulai. Dipanggung telah terpampang jelas bendera kedua negara. Antara Indonesia dan Amerika. Obama telah naik ke panggung yang berbentuk persegi panjang. Obama telah berpidato cukup panjang.
“Pulang kampung deh”, kata obama dalam pertengahan pidato . Para hadirin berteriak ria gembira dari ruangan Depok, Universitas Indonesia (UI). Mungkin ini bagi hadirin adalah lelucon. Teriakan para hadirin, cukup membuat obama lebih energik lagi dalam berpidato. Menurut obama, Ini hanya proses pendekatan kekerabatan. Menandakan obama dapat berbahasa melayu. Seperti sejak kecil di Indonesia.

Obama cukup piawai, dalam membawakan pidato di Depok UI. Sangat energik dan antusias. Ruangan penuh manusia yang mendegarkan pidato obama. Ada yang datang, ada yang sengaja lewat hanya ingin mengabadikan gambar Obama.

Masyarakat Indonesia merasa senang melihat sosok Obama datang, agar mendegarkan ceritera yang pernah ada. Apalagi hikayat negeri pamansam. Ataupun menceritakan segumpal cerita yang pernah ada di negeri nusantara yang dia kenal.

Nusantara, itulah yang saya pernah kenal, dalam beberapa tahun belakangan.
Dalam beberapa literatur, kata nusantara hanyalah ungkapan penyatuan. Wilayah yang berada antara dua benua dan dua samudera. Nusantara hanyalah symbol penyatuan, symbol keindonesiaan.

Kerajaan majapahit telah lewat. Sumpah palapa telah berlalu, namun menjadi symbol penyatuan. Nasionalisme keindonesiaan digelar seluruh tanah air. Di aceh misalnya, setiap rumah makan atau setiap tempat- tempat penting selalu bertuliskan, “ sabang- merauke”. Lain hal di papua, ada tulisan “gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Ada juga “ NKRI harga mati”. Tulisan- tulisan seperti ini banyak dijumpai di beberapa tempat umum. Apalagi kata “ NKRI harga mati” jelas sering di jumpai di markas tentara.

Nasionalisme Indonesia masih berlanjut. Namun, bagi aceh, Maluku, papua dan daerah konflik lainnya, merasakan hal yang berbeda dari nasionalisme Indonesia ini.

Ungkapan “ NKRI harga mati” adalah tentu melihat gerakan separatisme yang sedang berlansung. Yang sering disebut adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk papua. Indonesia masih menekankan pada kebinekaan. Tetapi, papua merasa berbeda.
Kehadiran sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928, menjadi sejarah paling penting bagi bangsa Indonesia. Dengan menekankan bahwa punya bahasa yang satu, punya bangsa yang satu dan punya tanah air yang satu.

Papua tentu tetap merasa berbeda. Dengan itu, papua memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 1 desember 1961 oleh Brigjend Zeth Rumkorem bersama rekan- rekanya. Namun, Indonesia masih bersikeras untuk tetap merebut papua dari tanah papua, atas perjanjian New York Agreement. Amerika dan Belanda menyerahkan papua kedalam pangkuan Indonesia.
Tentu tidak terlepas dari semua kepentingan. Kepentingan Amerika berhasil mendatangkan perusahaan Freeport. Freeport adalah salah satu kolonisasi di Papua. Selain penteroran dan penganiayaan lain.

Selain Freeport, kasus papua berdarah adalah bukan lelucon. Entah, biak berdarah, wamena berdarah, AB berdarah, Nabire berdarah, Merauke berdarah, waghete berdarah dan lainnya di seluruh tanah papua adalah bukan lelucon.

Tentu pelakunya adalah TNI/ Polri. Operasi garuda, operasi serigala, operasi lumba- lumba adalah sebagian dari jenis operasi yang sempat dilancarkan oleh TNI/POLRI. Operasi yang dilakukan di darat maupun laut.

Manusia mamangsa sesama manusia. Manusia papua yang tidak berdosa menjadi korban kekerasan. Contohnya, video kekerasan kemarin yang beredar terhadap pendeta kindeman gire yang dibunuh dan temannya yang melarikan diri, hanyalah sebagian kecil pelanggaran HAM yang terutama dilakukan TNI dan bahkan POLRI. Penganiyayaan, penteroran, peyiksaan, permerkosaan adalah kegiatan yang tidak pernah jahu dari TNI/ polri.

Kedatangan obama merupakan, saat yang ditunggu- tunggu. Pidato di Depok UI, adalah moment penting bagi obama kembali dengan ceritera lain, salah satu adalah mengenai persoalan papua. Sebagaimana, sejak kecil Obama dengan cerdiknya menanyakan nasib kekerasan bagi bangsa New guinea, sekarang papua, kepada ayah tirinya, Lolo Soturo saat itu.

Obama bertanya kepada ayah tirinya, "Apakah Anda pernah melihat seorang laki-laki dibunuh?", Lolo terkejut dengan pertanyaan itu.
"Apakah Anda pernah melihat?”, tanya Obama lagi.
"Ya."
"Apakah itu berdarah?"
"Ya."
Obama berpikir sejenak. "Mengapa orang itu dibunuh?"
Lolo menjawab, "Karena ia lemah. Orang lemah harus dimamfaatkan. Ketika laki- laki dan perempuan lemah, maka perlu dimamfaatkan "Lolo berhenti., Lalu bertanya kepada anak tiri yang masih muda (Obama)," Mana yang Anda lebih suka? , tentu anda harus kuat.” Tambah Lolo Sutoro

Adapun lelucon lain Obama di Depok UI, “soto”, “bakso”, itu adalah kata-kata lain yang sempat dilontarkan oleh obama. “Indonesia adalah bagian dari saya”, tuturnya lagi. Tentu ini menjadi lelucon bagi hadirin saat itu. Dengan berbahasa melayu yang terbata- bata.

“Indonesia adalah bagian dari saya”, menurut obama. Bagiannya yang jelas, tentu ada Freeport yang berkat kerja keras Jhon F Kennedy, saat itu. Kontra kerja Freeport telah diberlakukan tahun1967, selain itu, pepera yang diberlakukan di berbagai kota di tanah papua tahun 1969. Freeport telah ada sebelum pepera.

Pepera cacat hukum, merupakan tuntutan awal yang selalu diteriakkan oleh seluruh aktivis papua. Ada ceritera bahwa, pepera dilakukan atas tekanan militer RI.

Ali Murtopo tampil sebagai komandan Operasi Khusus (OPSUS), dengan masyarakat ditekan untuk memilih Indonesia. Dr. Fernando Ortiz sanz, menyesalkan kerja Indonesia dalam mempersiapkan Pepera.

Ortiz sanz merasa menyesal dengan beberapa pasal di dalam New York Agreement, yaitu,pertama, pasal XXII (22), tentang hak- hak dan kebebasan orang papua. Kedua, pasal XVII (18) tentang system “ satu orang satu suara” sesuai praktek internasional. Ketiga, pasal XVI (16), tentang PBB berhak penuh atas pengawasan dari persiapan, hingga penghalian papua barat secara administrative.

Namun, Indonesia telah membangun kekuatan dulu untuk mengambil ahli papua. Kerja- kerja militer di seluruh tanah papua. Walau Ortiz sanz telah tiba di papua barat bulan Agustus 1968, namun hanya timbul penyesalan karena secara pribadi mendapat tekanan ganda. Dengan, akar masalah Freeport yang telah masuk lebih dulu.

“ Obama semestinya harus mewacanakan masalah papua. Bukan malah menutub persoalan- persoalan papua seperti pelanggaran HAM, Genosida, dan terkait otonomi khusus. Masalah criminal yang dilakukan militer Indonesia secara sistematis ”, Kata saya. Seperti proses hearing yang dilakukan oleh tujuh orang aktivis papua, satu orang dari human right watch dan satu orang pakar sejarah dari Belanda.

“ Indonesia ini bicara lain, pikir lain, lakukan lain” kata neles tebai, selaku teolog sekaligus pengajar di STFT fajar timur, dalam buku Heboh Papua. Benar ketika kebenaran di abaikan. Keadilan diabaikan.

“Dengan senyum yang lebar , tentu Obama masih meninggalkan cerita- cerita lain di indonesia” kata saya.

Obama memang orang yang cerdik. obama sangat menghargai dalam bersalam dahulu. Obama dia mencoba untuk mengindonesiakan diri. Walaupun obama masih belum paham bahasa melayu sepenuhnya. Dia menebak- nebak kata sebagai bagian kekerarabatan dengan Indonesia. Obama hanya mencoba melakukan itu, saat di Depok UI. Tidak ada cerita lain apalagi tentang papua.

Obama menghakiri pidato dengan tenang dan cukup menyakinkan. Informasinya hanya sebatas hubungan kedua Negara. Tidak ada cerita lain, seperti HAM dan lain- lain. Dia melambaikan tangan kepada para hadirin. Kedepan. Kesamping. Keatas. Pergi juga dengan tenang, atas kawalan anak buah. Dia meningalkan ruangan itu.

kini, obama telah pergi. Kembali ke negeri adikuasa. Dua puluh dua setengah jam merupakan waktu yang cukup bagi obama di Indonesia. Dari ceritera ke ceritera dalam beberapa jam itu telah usai. Namun, hanya sebatas memperbaiki hubungan kerja kedua Negara.

“masih adakah cerita- cerita menarik lain yang belum diceritakan oleh seorang obama? masih adakah ceritera yang tertinggal di indonesia untuk perlu diceriterakan lagi?”, ungkapku.