Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Senin, 02 Februari 2015

Tenda Putih.



Cahaya matahari ini tak tampak. Hanya titik- titik butir di kota Jakarta, sore ini. Gerimis. Saya hanya lewat sebentar. Arahkan muka ke depan, ada satu tenda putih. Tenda ini, kini rasanya tak berpenghuni. Mungkin sebelumnya, belum diketahui secara pasti. Tapi mungkin pasti.

Memang benar, tenda ini ada di sudut kota dari pusat Jakarta. Tenda ini bertuliskan “ Pos Kesehatan”.
Saya lansung terbayang hingga pada banjir di Jakarta. Kemudian juga di Papua. Banjir yang melanda kota Jakarta, Jayapura papua dan Timika papua dalam beberapa hari belakangan.

Aku hanya berpaling sebentar, kemudian saya ketemu lelaki. Dia membunyikan beberapa lagu di sekitar tempat itu. Tak jahu dari tenda putih yang kini tak berpenghuni karena berada di sudut kota. Pria yang diduga berumur 30- an ini cukup antusias bermain dengan beberapa CD lagu untuk diputarkan ditempatkan itu.

Sejatinya, dia sedang menghibur masyarakat Jakarta yang lewat disitu. Mungkin juga bagi para korban banjir di Jakarta. Karena, ada yang bilang, Musik adalah penyeralas jiwa. Tentu hiburan itu harus ada bagi korban Jakarta, korban di Jayapura papua dan korban banjir di Timika. Dalam beberapa hari belakangan secara bersama.

Kuhanya ucapkan selamat menghibur. Apalagi bagi para korban. Korban musibah alam ini. Karena alam kita ini, sudah tak bersahabat. Walaupun, bicara alam tentu bicara Manusia yang menjadi aktor utama bumi. Manusia yang memutuskan untuk melakukan apapun dengan prinsip utama, “Menjaga Keseimbangan Ekosistem Alam Semesta”. Tapi itulah musibah terjadi.

Kutakpantas lagi kalau katakan musibah dimanapun, yang berkaitan dengan hukum alam, manusia tak mampu mengalahkan. Walaupun manusia adalah aktor bumi. Tak pantas juga, kuucapkan ini adalah keserakahan manusia terhadap alam semesta.

Ada Fauna. Ada Flora. Ada Manusia. Ada benda- benda langit yang menjadi satu kesatuan ekosistem kompleks. Aktornya adalah manusia. Manusia yang memutuskan tuk menjaga keseimbangan itu. Tapi, bila keputusan salah oleh manusia, maka jangan salahkan hukum Alam yang ada dan akan ada ini.

Saya setuju kata para pemikir dan Filsuf besar Yunani ini, “ Manusia yang hidupnya tak reflektif terhadap hidup, maka tak layak untuk dihidupi “.

Satu jam melihat tenda putih telah usai. Tenda putih telah usai tapi, para korban di Jakarta maupun Papua butuh penanganan lebih lanjut. Misalnya, penyelasan jiwa dengan Musik seperti lelaki periang tadi. Atau apalah yang menjadi penanganan korban oleh semua pihak.

Intinya, Hukum alam ya hukum alam. Manusia adalah bagian dari hukum alam itu. Dan manusia adalah aktor utama untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam semesta ini. Dan semestinya, banjir di Jakarta dan Papua, selayakya menjadi pengalaman. Sebagaimana yang dikatakan Pemikir yunani tadi.

Tenda putih ada karena akibat hukum alam ini. Sama juga dengan lelaki tadi. Saya satu jam di sudut kota Jakarta juga karena demikian.

Ini sudah kenalanku,disuatu sudut kota, sore tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.