Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Resensi: Mematahkan Siklus Kekerasan



Judul: Mematahkan Siklus Kekerasan.
Penerbit: Kanisius
Penulis: Surif Stanislaus, OFM Cap
Jumlah halaman: viii + 86 halaman

Perensensi: Jhon Pekei*

Keras marupakan suatu bentuk sifat dari perlakuan dari suatu kondisi. Bila kata ‘keras’ diberi awalan dan akhiran, maka akan jadi kata ‘kekerasan’ yang merujuk pada kata benda. Dan, kekerasan diakibatkan oleh factor dosa dan lingkungan. Dosa ada karena ada kekerasan. Dosa itu sangat dekat dengan manusia (masyarakat).

Penulis mengatakan , sosiolog ini sangat pandai dalam membagi masyarakat dalam tiga kelas. Masyarakat kelas pertama yang mengatakan “ hari ini saya makan apa”. Hal ini dikarenakan, belum ada modal yang cukup menjangkau untuk makan. Maryarakat kelas kedua yang mengatakan, “hari ini saya makan dimana dan jenis makanannya apa”. Ini pun sama, namun di masyarakat kelas ini sangat jelas bahwa masyarakat kelas ini punya modal yang cukup. Jadi, kelas ini tidak perlu lagi mengatakan, saya makan apa. Kemudian, kelas ketiga mengatakan bahwa saya makan siapa. Kelas ini memunyai modal yang melimpah ruah jadi kelas ini punya kehendak bebas. Bebas untuk melakukan apa saja yang dia mau.

Pepatah latin, “ homo homini luput est”, manusia adalah serigala bagi orang lain. Makan- memakan yang terjadi. Makan karena dalam konteks perlu. Makan karena dalam konteks tidak perlu. Ada yang sengaja diciptakan dan ada juga yang karena naluriah manusia. 

Dosa timbul dari manusia pertama ketika adam dan hawa tidak taat perintah Tuhan. Begitupun kekerasan itu dilanjutkan oleh Kain dan Habel. Dimana Kain merasa irinya membludak akhirnya adikknya Habel menjadi korban, begitupun seterusnya.

Kekerasan sudah seumur dengan adanya manusia dan telah menjadi bagian dalam hidupnya sejak ia menyalahkan gunakan kebebasan dan akhirnya jatuh kedalam dosa. Kisah tragis pembunuhan habel oleh kain (kej 4: 1 – 16 ), pembalasan dendam lamekh yang mematikan seorang anak muda (kej 4: 23- 24), musibah air bah dan menara babel yang membinasakan banyak orang ( kej 7: 10- 24, 11: 1- 9) merupakan derita berdarah dan kehancuran akibat kejahatan dan dosa manusia. Kekerasanpun menambah sejarah kehidupan manusia dalam perkelahian antara para gembala Abraham dan lot ( kej 13: 7), penghinaan hagar dan penindasan sara ( kej 16: 4- 12), kejahatan dan pemusnahan Sodom dan gomora ( kej 19 : 1- 29). Pemerkosaan terhadap dina dan pembalasan anak- anak yakub yang membunuh semua laki- laki penduduk sikhem dan merampas harta kekayaan mereka telah memperpanjang sejarah kekerasan berdarah ( kej 34: 1- 31). Ini sejarah perkembangan manusia dan kekersan. ( halaman 1 )

Ini sebenarnya ingin mengambarkan betapa hiruk pikuknya yang secara sengaja dan tidak sengaja diciptakan manusia untuk semacam mata rantai atau sebuah siklus. Siklus kekerasan manusia. Manusia yang secara ekonominya mapan memperalat dengan tujuan kekerasan dan sebaliknya. Sengaja menciptakan budaya balas dendam, Budaya iri hati, budaya penindasan, budaya perampasan hak dan lain- lain.

Dalam buku ini juga menguraikan sekaligus dengan bagaimana budaya yunani yang bagi yesus menyeweleng dengan harapan kerajaan Allah. Disinipun penulis menguraikan dengan jelas apa maksud timbulnya peperangan dari dan bagi bangsa Israel sebagai bangsa pilihan. Dibuku inilah akan mengungkap dengan jelas, dosa, peperangan, dan kekerasan dan dalam peran serta Allah. Dengan makna ‘cinta’ yang diyakini oleh bangsa yunani.

Disini, walaupun saya masih awam, namun saya melihat ada konteks keterlibatan Allah dalam peperangan oleh bangsa Israel belum terlihat secara jelas contoh konkretnya. Contoh konkret yang meyakinkan bahwa keikutsertaan Allah ataupun peranan- Nya bagi bangsa Israel sebagai bangsa pilihan dan bangsa- bangsa lain. 

Judul mematahkan siklus kekerasan ini ingin mengatakan bahwa kekerasan harus dipatahkan. Penulis (surif Stanislaus, OFM Cap) juga ingin memberikan solusi yang ditawarkan oleh alkitab agar dapat memahtahkan siklus kekerasan itu. Misal, dengan kehadiran Yesus menjadi begitu penting. Agar, dosa yang sekarang menjadi- jadi dan bahkan rumit ini dapat terpecahkan dengan baik didalam kasih yang tidak pernah padam. Tentu, manusia dianjurkan untuk melihat secara nyata, didalam kehidupan sebagai manusia bukan sebagai serigala bagi orang lain. 

buku ini sangat jelas oleh penulis bahwa hanya ingin mengambarkan siklus kekerasan yang bersiklus setiap saat tanpa kita sadari. Oleh karena itu, buku ini layak dimiliki oleh setiap umat manusia yang mau mengenal asal- muasal dosa, kekerasan yang slalu bersiklus dan agar dengan dapat memberikan masukan ataupun inspirasi segar untuk kembali menabur kasih dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.



Absen

: Keadilan
: Belum hadir
: Kebenaran
: Belum hadir
: Toleransi
: Tidak hadir
: Kebebasan
: Belum Nampak juga

: Baru kenapa mereka tidak hadir

: lagi buat kekerasan
: lagi melanggar hukum yang ada
: lagi buat intoleransi agama
: lagi hiruk pikuk dengan kepentingan penguasa

: Besok musti hadir

: Demi masyakat yang dipinggirkan
: Demi masyarakat yang diterasingkan
: Demi masyarakat korban apapun
: Begitupun, demi masyarakat yang dijajah

: Begitu. Harus begitu.
  
: Diusahakan hadir
: Tetaplah hadir
: Karena Mereka musti hadir demi Bumi dan Manusia.
: Karena Musti hadir diantara dunia yang beradap bukan biadap



Sang Gema Natal



 
Prolog

Disini, saya akan menceritakan mengenai kelahiran Yesus Kristus dan karya -Nya secara singkat. Bukan berarti sayapun telah paham seluruhnya tentang sejarah suci, namun saya hanya ingin membagikan sebagian dari yang saya paham. Dan, disini saya bukan sok tahu terhadap sejarah suci, namun bagiku juga adalah hanya ingin pendalaman kembali. Dan yang terpenting adalah bukan seberapa yang saya paham tetapi seberapa yang saya lakukan.

Sejarah suci, kelahiran kristus dan karya-Nya.

Dimalam yang sunyi, Yusuf mendapat wasiat lewat mimpi. Malaikat Tuhan tampil dan memberikan perintah ,"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, "Sesungguhnya, Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamakan Dia Imanuel" - yang berarti: Allah menyertai kita.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya Yusuf dan anak itu menamakan Dia Yesus.

Kemudian, kaisar Agustus tampil untuk perintahkan seluruh masyarakat untuk segera mendaftarkan diri di kotanya masing- masing. Yusuf dan Maria segera mendaftarkan diri. Yusuf pergi dari Nazareth ke yudea, ke kota Daud yang bernama Bethlehem. Mereka pergi kesana karena mereka berasal dari keturunan Daud. Yusuf pergi bersama Maria tunungannya yang sedang mengandung.

Sesampai disana, tibalah waktunya juga untuk melahirkan anak sulungnya. Akhirnya, Yusup sibuk kesana kemari untuk menanyakan tempat yang layak bagi mereka agar Maria dapat melahirkan anak sulungnya itu.
Yusup dan mendatangi beberapa rumah untuk penghinapan bagi Maria untuk melahirkan. Namun rumah yang diinginkan sudah penuh bagi mereka untuk beristrahat sebentar. Begitu seterusnya hingga, berikutnya, ada seorang gembala mengatakan, “ kalau mau, dan memang Maria mau melahirkan silakan saja ke kandang domba ini.” Kandang domda yang terletak di Bethlehem.
Akhrinya, Maria dan Yusuf memilih tempat itu. Dari kandang bethkehem itulah maria melahirkan anak sulungnya, Yesus. Yesus yang lahir itu dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam Palungan.

Didaerah Bethlehem, ada beberapa gembala selalu menjaga kawanan ternaknya pada waktu malam. Tiba- tiba malaikat Tuhan berdiri didekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka. 

Lalu kata malaikat itu kepada mereka,” Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

Dan tiba- tiba tampaklah malaikat itu bersama bala tentara sorgawi memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Setelah malaikat dan bala tentara sorgawi meningalkan mereka, gembala yang satunya berkata kepada yang lain, “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat- cepat pergi menemui Yusuf, Maria dan Yesus yang terbungkus dalam kain lampin tersebut. Ternyata benar seperti apa yang dikatakan malaikat Tuhan kepada mereka.

Semua orang yang mendegar tentang kelahiran yesus terheran – heran, seperti apa yang dikatakan oleh para gembala kepada mereka. Tetapi bagi Maria, ia menyimpang segala perkara dan hanya merenungkannya.

Akhirnya, para gembala itu kembali dengan penuh sukacita. Gembala itu kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. setelah delapan hari akhirnya, nama Yesus yang diberikan oleh malaikat itu disunat. Genaplah sudah nuh buat para Nabi.

* * *
Kemudian , saat Yesus dewasa. Yesus tampil di padang gurun selama empat puluh hari emapat puluh malam. Setelah Yesus menjalani pantangan dan tantanganya, yesus kembali bergabung ke masyarakat untuk berkarya. Banyak sekali orang yang Yesus sembuhkan. Orang buta melihat. Orang tuli di tahirkan. Orang lumpuh berjalan. Orang mati dibangkitkan. 

Yesus juga memberikan makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ekor ikan. Yesus tampil sebagai manusia. Yesus tampil sebagai orang yang sederhana. Yesus membagikan berkat yang sangat banyak bagi sesamanya. 

Ketika, Yesus tampil disungai Yordan untuk dipermandikan oleh Yohanes Pembabtis, dari situlah bukti bahwa Tuhan meyakininya sebagai anaknya. Sebagai buktinya adalah, langit terbuka dan akhirnya roh Allah turun seperti burung merpati diatasnya. 

Ternyata Yesus begitu baik. didalam perjalanannya Yesus memilih kedua belas murid- muridnya untuk melanjutkan karyanya. Yesus pun mengadakan perjamuan bersama murid- muridnya yang terakhir. Ketika itu, Yudas Iskariot itu menjual Yesus dengan tiga puluh keping perak.
Yesus ditangkap ketika berdoa di taman Getzemani. Yesus diadili kesana kemari. Akhrinya, Yesus dijatuhi hukuman mati di kayu salib. Yesus pun rela untuk umat manusia.
Yesus dipaku di kayu salib. Akhirnya Yesus mati di kayu salib. Dan kemudian pada hari sabat itu, Yesus dikubur. Setelah tiga hari, dilihatnya kuburan Yesus telah terbuka. ternyata Yesus telah bangkit. Sesuai kata malaikat di kuburan Yesus tersebut.
Begitulah kisah Yesus Kristus, Yesus yang telah lahir, Yesus yang telah mati tapi kemudian bangkit kembali.

Nilai pengapdian umat manusia dari Kristus

Sejarah membeberkan panjang lebar mengenai kelahiran Yesus Kristus. Bagi Yesus mungkin saja, ia berada sebagai sebagian manusia dan sekaligus Allah. Yesus rela untuk lahir hanya untuk manusia. Ini hanyalah sebuah bukti kasih Allah kepada umatnya. Ada semacam pembabakan zaman dari Zaman lama ke zaman yang harus betul- betul baru.
Ketika Maria mendapatkan kabar dari malaikat Gabriel merupakan wujud nyata yang ditunjukan secara manusia yang layak. Walaupun sempat membantah kepada malaikat karena Maria sendiri berpikir, baginya tidak mungkin terjadi seperti itu. Tetapi bagi Maria, hanya rela menerima apa yang diberitakannya. Apalagi berita itu merupakan berita yang lansung dari Tuhan. 

Sama halnya bagi Yusuf suaminya. Sebenarnya secara diam- diam Yusuf ingin melupakan dan sekaligus melepaskan tetapi malaikat Tuhan tampil untuk perintahkan Yusuf agar menjadikan Maria sebagai istrinya. Sebuah bukti kepatuhan dan kerelaan yang absolut.
Yesus lahir dikandang Bethlehem merupakan bukti kesederhaan. Walaupun, dikandang yang penuh kotoran hewan namun menjadikan keagungan bagi Maria. Semua masalah disimpang didalam hati dan hanya merenungkannya.

Ketika yesus tampil seorang diri di padang gurun selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Disana, Yesus menemui banyak godaan namun yesus berhasil menunjukan sikap kesetian kepada bapak-Nya dengan, melewati segala tantangan dan pantangan yang menghampiri saat itu.

Bagi Yesus, tantangan dan pantangan di padang gurun telah selesai. Kemudian, Yesus berada ditengah umat untuk berkarya. Yesus banyak sekali menyembuhkan sakit fisik hingga sakit jiwa. Yesus berkarya demikian hanya karena iman. Iman akan kemulian Tuhan. 

Yesus menjalani tugasnya dengan setia. walaupun, Yesus anak Allah namun Yesus bersedia juga dipermandikan oleh seorang yohanes pemandi sebagai tugas yang diembangkan juga oleh Tuhan. Yesus menjadi hidup dengan berkarya ditengah umatnya.
Ketika, perjamuan terakhir, Yesus tampil di tengah para murinya hanya memberikan kekuatan, karena secara fisik Yesus akan menghakiri hidupnya. Begitu ketika tampil berdoa di Taman Getzemani, Yesus minta kekuatan kepada Tuhan. Kekuatan untuk menjalani proses kematian dikayu salib. Selama itu, Yesus dengan setia menjalani saja, dari cambukkan para serdadu, hingga yesus wafat di kayu salib dan dikubur dan akhirnya Yesus bangkit.

Akhirnya, Sekarang Yesus telah lahir, Yesus telah mati dan kemudian di bangkit lagi.

Kebiasaan setiap umat Nasrani

Dengan melihat sejarah yang sangat panjang ini. Maka, dari sejarah ini menjadi hari sangat penting bagi umat nasrani untuk merayakan hari Natal itu. Hari Natal, yang sebagian besar umat nasrani percaya sebagai hari yang diagung- agungkan. 

Ada beberapa yang menjadi titik tolak pentingnya hari Natal ini. Diseluruh belahan dunia selalu menyibukkan diri ketika mamasuki bulan Desember. 

Di Indonesia misalnya, dengan mempersiapkan pernak- pernik Natal yang biasa menjadi nilai tersendiri di rumah mereka. Tentu, diseluruh wilayah didunia memunyai kebiasaan yang sangat berbeda untuk menyabut kehiran kristus ini. Ada yang mungkin berfantasi di rumah, di lapangan terbuka, ataupun tempat yang menjadi menarik bagi setiap umat-Nya.
Di Indonesia sendiri, kerap kali terlihat hanya, dengan pesta kembang api, berdoa bersama, dan atau menghiasi rumah mereka agar terlihat seperti suasana natal yang di idamkan.
Lalu, dengan Papua dan daerah lain pun tentu berbeda. Cukup unik memang dalam menyambut kedatangan atau kelahiran sang kristus di kota Daud tersebut.

Sang kritus yang selalu menjadi manusia yang sederhana di tengah umat-Nya. Kesederhanaan merupakan salah satu bukti bagi kita. Dia lahir bagi kita. Dia juga mati bagi kita. Dia juga bangkit kembali untuk kita. Kemeriahan Natal merupakan bukti umat manusia membaktikan dari kelahiran Kristus di kandang betlehem itu.

Hari Natal ini adalah hari besar bagi umat nasrasi. Sebagai wujud kelahiran kristus, yang pernah lahir di kandang Betlehem.

Epilog

Begitu dulu ceritara dari saya. Cerita sesuai pemahaman saya saja. Semoga dari sejarah suci ini ada makna yang kita sama- sama bisa maknai. Memaknai nilai dari keagugan dan kemulian Tuhan.


Rabu, 13 Juli 2011

Bapa kami


Oleh: Honaratus Pigai *
Bapa kami yang ada di surga
Engkaulah Allah yang memihak orang yang melarat, bukan pada orang yang gila harta
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa
Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang-orang yang gila hormat.

Dimuliakanlah namaMu
Di antara para petani, Yang harus menggarap kebun-kebun tergadai,
Di lingkungan para petani, Yang harus berteduh di gubuk kumuh
Di kalangan anak asongan, Yang harus mandi di kali tercemar,
Di antara rakyat kecil, Yang tergusur demi suksesnya pembangunan

Datanglah KerajaanMu
Yakni dunia baru,
Yang berundang-undang cintakasih
Yang berhaluan kebebasan,
Yang bernilai kebenaran
Yang bertatanan keadilan.

Jadilah kehendakMu di atas bumi,
Untuk memberi makan pada yang lapar
Untuk memberi minum pada yang haus
Untuk memberi tumpangan pada para janda-duda/fakir miskin
Untuk memberi pakaian pada yang telanjang
Untuk melawat mereka yang sakit
Untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara
Untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

Seperti di dalam sorga,
Yang berpihak pada rakyat kecil
Yang melawan segala bentuk intimidasi
Yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat
Yang membongkar segala kemunafikan manusia dan praktek bisnis serakah tanpa moral
Yang mendobrak segala praktek penyalahgunaan kekuasaan

Berilah kami rejeki pada hari ini,
Agar kami kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu
Agar kami kuat dan pantang mundur dalam melawan penjajahan dan kejahatan
Agar kami kuat dan berani menentang penindasan dan pembunuhan

Dan ampunilah kesalahan kami,
Karena kami diam, Ketika hutan-hutan dibabat untuk arena pembangunan daerah
Karena kami bungkam, Ketika rumah dan ladang digusur untuk Jalan raya
Karena kami bisu, Ketika kebun-kebun dirampas untuk rumah mewah

Seperti kami pun mengampuni,
Mereka yang bersalah kepada rakyat
Melalui sistem pembodohan massal
Sehingga rakyat hanya mampu mengucap “ya, ya, dan ya”

Jangan masukkan kami ke dalam percobaan
Sehingga kami pun ikut melakukan kekerasan
Seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan,
Sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik
Tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab,
Sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil
Tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,
Yakni pikiran yang memonopoli kekayaan alam,
Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum,
Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat.
Amin.
*) Adalah alumnus STFT Jayapura, seorang Frater.