Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Selasa, 07 Januari 2014

Solidaritas Sampah


Perkenalkan, nama kami adalah solidaritas sampah. Kami terdiri dari beberapa  orang. Jumlahnya bisa dihitung. Nama kami ini, dibentuk secara tiba- tiba. Kami satu dengan lainnya tidak tahu akan nama ini. Dan ini bukan sembarang nama. Jadi begini ceritanya.

Saya sementara melintas. saya disuruh duduk bersama beberapa orang di samping tribun itu. Tribun itu adalah milik tentara Angkatan Darat.  Kompleks tentara ini ada disekirar ciloa, tanah Pasundan Bandung Jawa Barat. 

Saya duduk dengan mereka.  Senyuman mereka membuat saya juga ikut mengalir. Saya tengok kiri dan kanan. Mereka adalah orang- orang hebat yang ada duduk disana.

Mereka  menceritakan mengenai aktivitas di kampus SMA Adhi Luhur  Kolese Le Cocq D’Armanville Nabire Papua dulu. Beberapa alumni yang datang ke Sejawa- Bali. Hingga Mereka yang akan selesai. 

Ceritanya cukup panjang. Ada rasa asiknya. Bangga. Hingga ada rasa tertantangnya dan sebagainya. Keceriaan cukup terlihat disiang itu. Panas terik tak mengapa. Hujan rintik tak terlihat, apalagi mendung.

Kini dua jam bercerita telah usai. Duduk cerita. Berbagi kisah di Le Cocq D’Armanville. Pengalaman SeJawa Bali, Hingga Berfoto bersama. 

“ Sekarang, ayo kita punggut sampah yang ada di kompleks ini”, Kata longgi Pekei
“ Itu betul. Ayo tong angkat sudah”, Kata mereka yang duduk bersama, mengiyahkan.
Longgi Pekei adalah nama singkatnya. Nama panjangnya adalah longginus Pekei. Dia adalah seorang guru Sejarah di SMA Adhi Luhur Nabire Papua.

Setelah ucapan Longgi, Kami berdiri. Kami telah melangkah, Satu dua langkah. Tugas kami hanya satu, yakni memungut sampah. Aqua botol, aqua gelas, plastik, karton, puntung rokok, dan banyak macam menjadi  teman gengaman kami. 

Kami  membantu teman- teman panitia Natal SeJawa Bali Mee Pago di Bandung.  Kami di sepanjang kompleks itu memungut sampah. Bahkan teman- teman panitia ikut bergabung juga dengan aksi memungut sampah yang kami lakukan. Ada juga teman- teman yang ikut bergabung juga.

Jadi begitu ceritanya. Sepanjang kompleks itu, tugas kami hanya memungut sampah. Dari situlah komunitas tiba- tiba ini kami namakan dengan ‘solidaritas sampah’.

Orang- orangnya dari semua mahasiswa Mee Pago. Baik dari Alumni Le Cocq SMAAL, Panitia dan teman- teman yang ikut bergabung dalam aksi siang menuju sore itu. 

Begitu dulu perkenalan kami. Dan inilah nama kami. Solidaritas sampah.

Salam Solid !


 
Tim Solidaritas Sampah




Sabtu, 25 Agustus 2012

Resensi: Seandainya semua orang berpikir positif.


Judul: seandainya semua orang berpikir positif.
Penerbit: Dhia Publishing
Penulis: Yunus Timotheus
Jumlah halaman: XXIII + 78 halaman
Perensensi: Jhon Pekei*

Berpikir positif adalah mutlak yang harus dilakukan bagi setiap manusia. Agar, mampu menjadi manusia yang layak secara pribadi, sesama dan bahkan untuk Tuhan. Demi pengapdian sebagai manusia yang diakui secara manusia dibanding dengan makluk lain. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan secara istimewa. Berpikir dan akhirnya berkehidupan yang baik. Bukan dan akhirnya berpikir negative dan berkehidupan yang tidak layak, bagi dirinya, sesama dan bahkan untuk Tuhan.

Penulis berpikir bahwa manusia saat ini apalagi bangsa Indonesia tidak mengunakan nuraninya lagi, jiwa sadarnya lagi, jiwa persatuan nya lagi. Pemimpinnya ada yang korupsi dan rakyat yang menjadi korban dan lain sebagainya. Dengan melihat kondisi anak bangsa ini, ia rela keluar dari kerjanya untuk membuka sekolah berpikir positif. Menurutnya, dengan solusi berpikir positiflah yang dapat menyelesaikan caruk – maruknya bangsa ini. 

Berpikir negative di Indonesia ini lebih banyak dibanding berpikir positif apalagi seperti saat- sat ini . lihat dan perhatikan orang- orang yang ada disekitar anda ataupun diri anda sendiri. Mana yang lebih muda ditemukan orang yang disiplin atau orang yang tidak disiplin. Menemukan tempat yang bersih dari sampah atau tempat yang berserakan dengan sampah. Menemukan orang yang egois atau tidak egois. Menemukan orang yang menolong dan peduli atau cuek dan tidak peduli, menemukan orang yang korupsi atau tidak, dan lain sebagainya. (halaman 4)

Munculnya budaya keserahkaan yang membawa manusia pada tindakan melakukan korupsi, budaya kekerasan dari beberapa ormas. Masyarakat mudah sekali untuk marah dan membuat tindakan anarkis apalagi hanya karena hal- hal yang sangat kecil. Apalagi kekerasan ini dihembusi isu yang barbau SARA. Dengan ini, sifat bangsa Indonesia yang ramah, lembut dan santun menjadi punah dan bahkan hilang. Penulis mengatakan bahwa, hal ini didorong oleh manusia yang lebih berpikir negative. Solusinya adalah tentu harus berpikir postif. ( halaman 5)

Disinilah sebenarnya penulis mengatakan, solusi harus berpikir positif. Penulis pun menjabarkan secara jelas bagaimana hubungan, berperasaan positif, berbicara positif, berpenampilan positif, dan akhirnya berkehidupan positif. Penulis mengutip pendapat sokrates bahwa, berpikir adalah nenek moyang dari perbuatan. Awal yang harus dibentuk adalah berpikir positif Kemudian sampailah pada berkehidupan positif. Karena ada pendapat juga mengatakan, apa yang kita pikirkan itu yang kita lakukan. Semoga kita selalu berpikir positif.

Namun bila kita pahami, secara benar dari siklus yang berpikir positif ini, maka penulis belum memberikan penjelasan secara jelas, siklus dari berpikr positif itu. Apa ini merupakan proses yang ditetapkan urutannya atau dilihat secara acak.
Bila kita cermati dari judul, maka inilah buku yang sangat gemilang bagi umat manusia. Buku ini sangat layak untuk digunakan oleh kaum akademisi, kaum politisi, dan bahkan umum, yang tentunya kepada manusia yang mau berpikir positif agar hidupnya dapat terbentuk secara positif pula. Agar, dari manusia tetap manusia yang selalu berpikir positif.

Resensi: Mencari makna kebebasan.





Judul: Mencari makna kebebasan.
Penerbit: Kanisius
Penulis: Henry J M Nouwen
Jumlah halaman: 45 halaman
Perensensi: Jhon Pekei*

Kebebasan itulah yang diuraikan oleh Henry J M Nouwen dalam syaringannya. Kebebasan bagi dia ialah kebebasan naluriah dan kebebasan jasmaniah yang baik. Tentunya kebebasan didalam kristus yesus. Kebebasan yang mengantarkan Nouwen, betul- betul tahu mengenai hidup secara kenyataan. Hidup yang tidak sekedar intelektulitas, namun lebih dari itu hanya bebas merdeka. Bebas merdeka didalam kegembiraan yang absolute bukan ambiguitas.

Mobil itu menyerempetkan dari belakang, membuat Nouwen tergeletak tidak sadar di jalan itu. Minta tolong kepada masyarakat yang sedang lewat disitupun tidak kesampai.

Dari depan muncullah seorang laki- laki dan sedang berusaha mengangkat dia. Laki- laki itu memangil mobil ambulans namun tidak mendapat juga.
Akhirnya, laki- laki itu membawa ke rumah sakit terdekat mengunakan mobilnya. Mobil yang sempat menyerempet dari belakang.
“Kau siapa?” Kata Nouwen
“Saya, jon?” Jawabnya.
”Saya yang salah masuk akhirnya menyerempet bapak Nouwen”.
“ Saya seorang Pastor, dan saya menagani bagian Panti Asuhan”
“Saya ucapkan terima kasih karena kau berbaik hati untuk mengantarkan saya ke rumah sakit”
”Kapan- kapan saya akan undang untuk jalan ke tempat saya” begitu kata Nouwen lagi.
“Saya yang meyerempet Pastor yah, “ pikir Jon dalam hati.

Sesampai rumah sakit, dia dirawat inap. Disitu ada beberapa dokter, ada beberapa suster, dan beruntung, Nouwen ketemu dengan dokter yang pernah dikenalnya.
Nouwen hanya melihat, kerja- kerja yang dilakukan oleh orang- orang yang di rumah sakit yang diperlakukan pada Nouwen .

Dari tempat rawat inap itu, dia hanya mendegar bahwa kondisi yang sedang menuju titik kritis. Titik kritis yang membuat Nouwen, harus memflasback kembali begitu pentingnya, teori ampun- mengampuni itu berlaku saat itu. Teori yang harus dinyatakan betul didalam dunia ambiguitas. Dunia yang dengan ketidakgembiraan. Untuk menuju pada dunia yang penuh dengan kegembiraan.

“saya memohon ampun kepada orang- orang yang berbuat salah kepada saya, dan sayapun mohon ampun atas salah dan dosa saya yang saya telah perbuat kepada mereka semua”, kata Nouwen, kepada dokter Prasad, dokter yang pernah dikenalnya.

Nouwen ingin, bebas merdeka. Bebas dari ikatan yang menghalagi.

Nouwen masih memandang kedepan dan sepenuhnya tergantung dari orang- orang yang ditemui disitu.

Pikirannya masih mengambang. Apakah akan berada disebrang atau masih tetap disini dunia ini, dunia yang penuh dengan ambiguitas ini.

Setelah beberapa hari sakitnya menampakan kesembuhan dan akhirnya sembuh. Nouwen tidak jadi keseberang,, di dunia yang penuh dengan kegembiraan. Nouwen merasa bersyukur dari kesembuhan, namun bagi nouwen, menjadi tugas besar yang harus di tanggung di dunia yang penuh ambiguitas ini.

Nouwen merasa ada beberapa informasi kristus yang belum kesampai ke semuanya. Walaupun, bagi nouwen itu adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi secara manusia yang diciptakan. Namun baginya, kehadiran dia di dunia ini menjadi harus bebas merdeka lagi.

Bebas merdeka berarti mengatakan sesuatu menurut kita itu benar, sekalipun tidak didegar. Bertindak sesuai sesuatu yang benar, walaupun itu menjadi bahan tertawaan sekalipun. Kehadiran kembali bagi Nouwen mengigatkan dia pada kebenaran. Kebenaran yang harus diisi didunia ini sebagai bukti, bebas merdeka. Walaupun tantangan terbesar yang dimiliki adalah meyakini Tuhan secara utuh.

Dengan kejadian ini mengigatakan Nouwen bahwa, Mengisi kehidupan dengan kegiatan kebenaran lebih penting dari pada hidup dengan ketidakenaran. Untuk mengisi dan memburu kebenaran itu, diisi dengan menjadi orang yang bebas merdeka. Menjadi orang bebas merdeka tentu yakin pada Tuhan, karena tentu akan menjadi manusia merdeka, walaupun pendapat, tindakan menjadi tertawaan dan acuh dan tak acuh terhadap itu.

Dari syaringan ini sangat jelas bahwa, Nouwen telah berhasil menghadirkan inti ceritanya. Nouwen pun telah berhasil menulis dengan cukup baik, namun bagian belakang dari syaringan ini ada banyak simpulan yang diambil. Bagi pembaca, malah membigungkan. Membigungkan karena, banyak sekali penguraian kata- kata intelektualitas dari pada ceritera kecelakaan di jalan.

Jadilah manusia bebas merdeka. Lakukan apapun yang menurut anda baik.