Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Resensi: Seandainya semua orang berpikir positif.


Judul: seandainya semua orang berpikir positif.
Penerbit: Dhia Publishing
Penulis: Yunus Timotheus
Jumlah halaman: XXIII + 78 halaman
Perensensi: Jhon Pekei*

Berpikir positif adalah mutlak yang harus dilakukan bagi setiap manusia. Agar, mampu menjadi manusia yang layak secara pribadi, sesama dan bahkan untuk Tuhan. Demi pengapdian sebagai manusia yang diakui secara manusia dibanding dengan makluk lain. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan secara istimewa. Berpikir dan akhirnya berkehidupan yang baik. Bukan dan akhirnya berpikir negative dan berkehidupan yang tidak layak, bagi dirinya, sesama dan bahkan untuk Tuhan.

Penulis berpikir bahwa manusia saat ini apalagi bangsa Indonesia tidak mengunakan nuraninya lagi, jiwa sadarnya lagi, jiwa persatuan nya lagi. Pemimpinnya ada yang korupsi dan rakyat yang menjadi korban dan lain sebagainya. Dengan melihat kondisi anak bangsa ini, ia rela keluar dari kerjanya untuk membuka sekolah berpikir positif. Menurutnya, dengan solusi berpikir positiflah yang dapat menyelesaikan caruk – maruknya bangsa ini. 

Berpikir negative di Indonesia ini lebih banyak dibanding berpikir positif apalagi seperti saat- sat ini . lihat dan perhatikan orang- orang yang ada disekitar anda ataupun diri anda sendiri. Mana yang lebih muda ditemukan orang yang disiplin atau orang yang tidak disiplin. Menemukan tempat yang bersih dari sampah atau tempat yang berserakan dengan sampah. Menemukan orang yang egois atau tidak egois. Menemukan orang yang menolong dan peduli atau cuek dan tidak peduli, menemukan orang yang korupsi atau tidak, dan lain sebagainya. (halaman 4)

Munculnya budaya keserahkaan yang membawa manusia pada tindakan melakukan korupsi, budaya kekerasan dari beberapa ormas. Masyarakat mudah sekali untuk marah dan membuat tindakan anarkis apalagi hanya karena hal- hal yang sangat kecil. Apalagi kekerasan ini dihembusi isu yang barbau SARA. Dengan ini, sifat bangsa Indonesia yang ramah, lembut dan santun menjadi punah dan bahkan hilang. Penulis mengatakan bahwa, hal ini didorong oleh manusia yang lebih berpikir negative. Solusinya adalah tentu harus berpikir postif. ( halaman 5)

Disinilah sebenarnya penulis mengatakan, solusi harus berpikir positif. Penulis pun menjabarkan secara jelas bagaimana hubungan, berperasaan positif, berbicara positif, berpenampilan positif, dan akhirnya berkehidupan positif. Penulis mengutip pendapat sokrates bahwa, berpikir adalah nenek moyang dari perbuatan. Awal yang harus dibentuk adalah berpikir positif Kemudian sampailah pada berkehidupan positif. Karena ada pendapat juga mengatakan, apa yang kita pikirkan itu yang kita lakukan. Semoga kita selalu berpikir positif.

Namun bila kita pahami, secara benar dari siklus yang berpikir positif ini, maka penulis belum memberikan penjelasan secara jelas, siklus dari berpikr positif itu. Apa ini merupakan proses yang ditetapkan urutannya atau dilihat secara acak.
Bila kita cermati dari judul, maka inilah buku yang sangat gemilang bagi umat manusia. Buku ini sangat layak untuk digunakan oleh kaum akademisi, kaum politisi, dan bahkan umum, yang tentunya kepada manusia yang mau berpikir positif agar hidupnya dapat terbentuk secara positif pula. Agar, dari manusia tetap manusia yang selalu berpikir positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.