Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Jumat, 24 Juni 2011

Trik menulis untuk menjadi penulis hebat


Inilah triknya. Menulis seperti orang lain menulis. Baik dari gaya bahasanya, polanya, gaya bertuturnya, gaya machinenya, gaya meaningnya, EYD-nya dan lain sebagainnya. Menulis seperti orang lain menulis ini saya maksudkan adalah, saya ingin belajar seperti cara orang lain menulis. Apalagi kita selalu mengidolakan mereka. Entah tokoh politik, tokoh budayawan dan disini, saya lebih khususkan untuk tokoh menulis yang kita idolakan. Tokoh penulis dari regional, nasional dan bahkan internasional.
 
Dari regional misal, jubi, bintang papua, cepos, nabire pos, merauke pos dan lain sebagainya. Dari nasional, misal dari kompas, tempo, pantau, dan lain sebagainya. Dunia misalnya, dari new yoker, dari washingtho post, dari new york times, human right wacht , JFCC, CPJ, CCJ,dan lain sebagainya. 
Ketika saya bersama beberapa abang di Monas. Saya sempat menanyakan bagaimana menjadi penulis hebat. Keseharian saya memang saya sibukkan dengan hal- hal seperti bagaimana menjadi penulis hebat. Saya selalu tanya sana- tanya sini. 
Kakak Wensi AF, itulah orang yang saya sempat kenalan di Jakarta. Saat kumpul bersama. Saya sempat menanyakan kepada dia tentang soal Menulis ini. 
Wensi A.F ini, dia juga seorang wartawan. Dia juga cukup memberikan pencerahan sekaligus dia melaporkan pelanggaran- pelanggaran yang terjadi di tanah papua. Hanya tatap muka selama tiga jam itu membuat saya mendapat satu trik menulis. Trik menulis yang saya selaku tanya- tanya. Trik itu adalah mengikuti seperti penulis terkenal. Terkenal dalam artian dari semua aspek. Setelah terbiasa, barulah kami pun akan mahir menulis. 
Dikesempatan lain, saya juga dibilang oleh mas Andreas Harsono soal bagaimana menjadi penulis hebat. Misalnya, awalnya kita menulis dengan pola piramida terbalik, dan akhirnya sampai pada narasi. Inilah yang dia katakan melalui tulisannya bagaimana menulis bahasa inggris.
Hanya untuk membandingkan, sore itu, saya ke gramedia terdekat untuk melihat- lihat buku yang ada disana. Dengan pertanyaan awal, bagaimana menjadi penulis hebat. Akhirnya, di rak bahasa dan sastra saya menemukan buku bersampul warna hijau yang di tulis oleh Jonru. Dia menulis sesuai pertanyaan yang selama itu, saya cari. Yakni menjadi penulis hebat.
Jonru, membeberkan panjang lebar soal kata “ ATM”. Kawan, ATM bukan kartu mengambil nilai rupiah yang ada didalam mesin, namun ini kepanjangan dari, “ amati, tiru, modifikasi”. Ini yang dimaksudkan oleh bukunya jonru.
Artinya sangat panjang.
Kita harus amati dulu penulis hebat punya cara tulisnya. Entah gaya bahasa, pengunaan EYD, dan lain sebagainya. Kemudian, kita semua dituntut untuk beraksi terhadap apa yang kita lihat, dengar, rasakan, resapi, dan lainnya. Akhirnya, kita harus modifikasi.
Modifikasi sama seperti kita kita memisahkan teh dari airnya. Yang terbaik dari panca indera diambil dan tidak cocok dari panca indera, tidak digunakan sebagai bagian dari proses beraksi itu. 
ATM inilah konteks tepat menjadi penulis hebat. Hal inilah yang kita harus praktekan. Entah menulis tentang apapun. 
Ternyata pertemuan dengan kakak wensi AF itu, adalah harus menulis sama seperti penulis ternama. Itu tidak akan tercapai jika kami tidak berusaha keras untuk beraksi. Inilah terori yang saya dapatkan dari mas Andreas Harsono, AF Wensi, dan Jonru. lebih menarik jika gaya menulis ini kita menulis secara narasi. apalagi narasi gaya bahasa melayu tanah Papua. Yakni Bahasa Nasional Melayu Papua (BNMP). Yang diperkenalkan oleh kakak Yermias Degei. sekarang tinggal beraksi untuk menulis. mari mulai.


1 komentar:

  1. Mantap suda. Tingkatkan terus. Menulis terus. Jangan cepat bosan kaya saya. Dong bilang, "menulis, menulis, dan menulis".

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.