Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Rabu, 01 Desember 2010

Ekspresikan trus, Kawan …!!!


Dari kejahuan kudengar. Pagi itu, hape bermerk nokia telah berdering. Tanda ada beberapa pesan masuk.

“met HUT kemerdekaan Papua Barat”, kata adik yang saya kenal diseberang.
“terima kasih dikku, met HUT Papua juga” jawabku cepat.
“Selamat atas kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2010 yang ke - 49”, kata orang lain yang ada diseberang.
“terima kasih juga yah, atas sms ini” jawabku lagi.
“merdeka bangsaku, jayalah negeriku untuk pembebasan” kata sms lainnya.
“thanks”, ucapku.

Dari sms ini saya ingat cerita masa lalu, pada, pace Brigjend Seth Yafet Rumkorem di wilayah markas Victoria . Dia memproklamirkan kemerdekaan Papua Barat, walaupun Indonesia mengatakan papua adalah Negara boneka buatan Belanda. Pernyataan kemerdekaan papua tidak berlansung lama karena Indonesia melalui militer mengambil ahli kekuasan wilayah Papua Barat kedalam Indonesia.

Sekaranglah saatnya, Sebagai bukti bangga pada tanah papua. Saya pun bergegas membuat sms yang mengatakan selamat hari kemerdekaan bagi bangsa Papua kepada beberapa teman. Mereka pun ucapkan terima kasih. Bagiku, karena kita sudah pernah merdeka. Walaupun sampai saat ini belum ada pengakuan dari RI.

Tentu ini melahirkan kebebasan berpikir oleh orang- orang Papua atas semua ketidakadilan yang terjadi. Namun, beberapa hari belakangan ini, pemerintah RI lewat kaki tangannya selalu mengangu dan menghalangi naluri protes dan kebebasan anak Papua dengan menghadang tanpa hukum yang jelas. 

Biasanya, bentuk kebanggaan bagi bangsa Papua sudah tentunya mengumandangkan lagu kebangsaan “ hai tanahku papua”. Namun, bagi pemeritahan RI, menamakan ini adalah bentuk separatis.

Walaupun, symbol- symbol yang berkenaan dengan Papua diperbolehkan oleh Gusdur .Namun, orang- orang yang muncul ditengah, selalu menjadi penghalang bagi kebebasan berekspersi anak- anak Papua. 
Tahun 2004, Filib Karma tampil untuk menyuarakan hak sebagai anak negeri papua, dengan mengibarkan bendera bintang kejora di Biak, namun dianggap makar. Begitupun, antara Fillip Karma dan Yusak Pakage yang mendemontrasikan haknya namun masih disebut sebagai makar. 

Todius Tabuni terbunuh tanggal 9 agustus di Wamena merupakan bukti penghadangan dan penghalangan oleh pemerintahan RI melalui senjata utamanya militer. Tapol- Napol Papua di Abepura Papua merupakan bukti juga bahwa RI masih saja menghadang kebebasan berekspresi dari anak- anak papua. 

Aksi yang pernah dipimpin oleh Muchtar Tabuni saat itu, agar menuntaskan kasus Todius Tabuni, tak ada berujuk pasti yang ditemukan. Kebebasan ekspresi anak- anak negeri Papua dijadikan sesuatu yang ditendang tanpa arah dan tujuan. Malah, kebebasan ekspresi anak- anak Papua dijadikan sebagai bola pimpong yang hanya dilempar kesana- kemari. 

Dari kebebasan berekspresi itu, semua adalah dianggap sebagai bentuk separatis. Ada kisah, awal bulan Juli tanggal 4 Juli Solidaritas Perempuan Papua (SPP) dianggap sebagai organisasi separatis. Oleh karena itu, Abina Wasanggai, Sp.d selaku sekertaris umum membantah atas isu tersebut.
Kisah lain, saat pengibaran bendera 28 juli 2006 di kantor distrik Sentani, Yakob Ambo Mamori yang berusia 25 tahun diperiksa di rumah sakit jiwa. Kepolisian polres Jayapura, mengatakan bahwa Yakob sakit jiwa. 

Itulah mereka ( RI) dan antek- anteknya. Ada kesan bahwa, mereka hanya memberikan nama dari tindakan anak negeri papua, walaupun dianggap tidak logis sekalipun. Dibilang makar, dibilang cacat mental, dibilang organisasi separatis dan lainnya.

Sengaja dibuat saja untuk menghadang kebebasan ekspresi dari anak- anak papua. Lihat saja, wartawan dilarang masuk ke Papua. Apalagi berbicara soal wartawan luar negeri. Masih tetap dilarang. Sekalipun ada, mungkin butuh proses yang sangat ketat. 

Saya bersyukur kepada ketiga anak- anak negeri papua yang sms saya tadi. Ternyata mengigatkan saya pada hari kemenangan bangsa Papua Barat. Saya bersyukur, karena mereka mengekspresikan hari kemenangan itu.

Syukur, syukur saja karena tadi mereka bisa sms. Syukur sobat- sobatku, karena sobat telah mengekspresikan apa yang menjadi bagian anda. Selalu berekspresi trus yah, kawan, walau ditolak sekalipun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.