
Saya yakin pada pada saat ini di seluruh dunia di gencarkan dengan piala dunia. Dan, sayapun yakin bahwa saya dan anda sedang mendukung tim kesayangannya. Entah, Pantai Gading, Afrika Selatan sendiri, Ghana, Brasil ataupun, lainya, yang menjadi tim kesayangan kita. Itulah roda pertandingan piala dunia pada saat ini.
Di dalam serumah,
sekosan, sekontrakan, pasti berbeda pendukung. Antara temen-
temanpun berbeda tim kesayangan. Betul atau tidak. Coba tengok keluar. Ke teman
sekosan anda, serumah anda, ataupun teman sekontrakan anda, saya yakin teman yang
satu dengan lainnya berbeda tim kesayangannya. Ada yang bilang Pantai Gading.
Ada yang bilang Ghana, ada pula yang bilang Brasil jagonya. Ada yang bilang
lagi Portugal yang tak tertandingkan. Pokoknya banyak alasan deh, untuk
mendukung tim kesayangannya.
Inilah yang
mengerakkan kita untuk tak perlu melewatkan yang namanya piala dunia. Piala
dunia yang semakin digencarkan pada saat ini. Entah kenapa, kita tak perlu
banyak alasan untuk duduk didepan layar. Kegiatan kita, saat makan pun,
saat belajarpun, mungkin saja, saya dan anda tidak melewatkan hal ini.
Inilah sebuah
kompetisi yang sedang berlansung untuk memberikan nama yang terbaik untuk
daerahnya ataupun negaranya.
Ketika, pertandingan
antara Jepang dan Kamerun, Samuel Eto bersama timnya kalah pada pertemuan awal.
Ini artinya, negara Kamerun, Samuel Eto bersama teman- teman belum memberikan
hasil yang terbaik untuk negaranya Kamerun. Begitu juga dengan tim dari negara
lainnya. Untuk Brasil telah memberikan kemenangan atas Korea Utara. Inipun artinya
Brasil telah memberikan nama yang terbaik bagi negaranya.
Hal yang dirasakan
tim Pantai Gadingpun sama. Merekapun ingin memberikan hasil yang terbaik bagi
Pantai Gading dan Pantai Gading, dari Dedier Drogba bersama teman- temannya
ini, tidak bisa juga memenangkan pertandingan, namun seri dengan tim nya
Christian Ronaldo, Portugal.
Disana- sini di
setiap rumah diwarnai dengan pendugaan- pendugaan bahwa timnya yang lolos dan
akan memenagkan piala dunia kali ini. Sampai- sampai pengamat sebak bola nasional
dan internasional pun mencoba untuk memberikan pendugaan- pendugaan atas tim
yang berlaga di piala dunia ini bahwa tim ini yang akan menang atapun yang akan
kalah. Inilah roda dari piala dunia.
Inilah sebuah
gambaran mengenai kompetisi menuju kemenangan. Entah yang akan dimenangkan
dalam piala dunia ini adalah Pantai Gading, Ghana, Brasil, Korea Utara,
Korea Selatan, Afrika Selatan ataupun lainnya. Manusia di seluruh belahan dunia
memikirkan dan berharap agar tim kesayangannya dapat memenangkan piala dunia
kali ini. Dan, pasti saja, dari semua pendukung, pelatih, pemain dan lainya
pasti sedang melancarkan strategi tepat agar timnya dapat memenangkan
pertandingan piala dunia ini. Betul atau tidak?
Mungkin saya dan anda
mengerti bahwa, inilah sebuah gambaran kompetisi yang sementara. Kompetisi
sesaat untuk kesenangan sesaat. Betul atau tidak. Tapi, saya pada pendapat saya
bahwa, ini hanyalah kompetisi sementara untuk kesenangan sementara. Dan mungkin
anda bertanya, bila ada kompetisi sesaat, berarti ada kompetisi selamanya, dong?
Yah benar. Ada juga
kompetisi selamanya. Kompetisi menuju kemenangan kekal. Kemenangan didalam
kerajaan surga, kesenangan untuk selamanya.
Kita tengok saja ke
judul diatas. Piala dunia dan atau piala akirat. Ini dimaksudkan bahwa ada
pilihan yang ingin diberikan. Pilihan itu misalnya, kemenangan atas kedua-
duanya, misalnya dari kemenangan dunia maupun kemenangan akhirat, kemenanagan
di dunia lebih penting, dan atau kemenangan untuk akhrirat lebih penting. Ini
tentu saja bertolak belakang dari motivasi hidupnya.
Berbicara motivasi
tentu tidak terlepas dari tujuan hidup seseorang. Tujuan hidup yang sudah
dirangcang, tujuan hidup yang belum maupun yang masih stengah hati terhadap
tujuan alias, membiarkan hidup bagai air. Padahal, air belum tentu selalu
mengalir ke laut yang tenang tetapi air itu mengalir ke selokan yang kotor.
Bila kita tengok ke
belakang tentang informasi 2012, saya kira ini hanyalah mengigatkan kita agar
bersiap sedia untuk menerima kemenangan atapun kekalahan yang sudah dan akan
menghampiri kita untuk saat ini ataupun selamanya.
Inilah yang saya
uraikan disini . Kita menghabiskan waktu untuk duduk didepan layar demi tim
kesayangan kita. Apakah perlu? Saya kira, saya dan anda jawab sendiri menjawab
sesuai motivasi hidup kita masing- masing. Apakah kemenangan didunia dan
kemenagan akhirat atau hanya salah satunya.
Piala dunia ini
hanyalah sebagai contoh menuju kemenanagan duniawi untuk kemenangan sementara.
Trus, bagaimana dengan kemenangan akhirat bagi saya dan anda?
Mari mulai memilih
untuk kemenangan keduanya, atau kemenangan satunya saja. Karena pilihan ada
ditangan anda dan saya, apalagi untuk piala akhirat ini.
Mari
mulai.
haks atas tulisannya ini. Sangat reflektif.
BalasHapusSaya mau ikut berkomentar. Mudah-mudahan komentar ini bisa menjadi sering baik agar pemahaman kita semakin luas dan mendalam akan berbagai persoalan. kementar ini tentu saja dalam konteks tulisan yang dibagikan di atas.
O, ia, saya sama sekali tidak menyatakan apa yang saya katakan ini adalah benar, maka harus di ikuti. bagi saya, saya hanya menanggapi sesuai yang saya pahami. ... Lihat Selengkapnya
Salah satu hal yang mungkin perlu dipahami ialah masalah pemahaman kita akan sarana dan tujuan. Saat ini, banyak di antara kita yang keliru dan sulit membuat pembedaan antara sarana dan tujuan. Akibatnya, kadang hal yang pada hakikatnya adalah sarana di jadikan sebagai tujuan. Jika ini yang terjadi, orang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan yang sebenarnya ialah sarana itu.
Uang misalnya. Uang sebernarnya adalah sarana. Tetapi karena idiologi kapitalisme telah mengajarkan kepada kita bahwa seorang harus mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, orang berusaha dengan segalah cara untuk mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya walaupun itu harus mengorbankan orang lain. Padahal uang itu hanya alat tukar. uang itu tidak akan mampu membuat manusia bahagia.
Dalam konteks sepak bolah, orang juga centrung salah mengartikan sepakbolah sebagai saran atau tujuan. Jika sepak bolah dijadikan sarna, ornag akan bermain dengan sportif. Jika kalah ya kala. Senyum tetap mengembang.
Jika sepak bolah dilihat sebagai tujuan, kemungkinan orang akan bermain curang. Bayar wasit, datangkan dukun di pingir lapangan dan lain sebagainya. pemujaan berhala terjadi. Jika kalah, perkelayan sporter tidak lagi bisa dihindari.
Ada satu cerita menarik mengenai pantai gading. pantai gading ialah negara yang dahulunya selalu di landa perang saudara. salah satu pemain nasional pantai gading yang bermain di celsi, didiof drogba, suatu ketika menegur teman-temanya yang selalu perang saudara di negrinya. katanya,
" kalian ini taunya baku perang, kalian tidak liat k, kami yang lain mati2an di lapangan hijau belah negara ini."
mendengar itu, pihak yang bertikai dalam negri merasa malu. perang pun berhenti. akhirnya kedamayan tercipta lagi di pantai gading. sadar atau tidak sadar, apa pun motifassi didier drogba, ia berhasil menciptakan kedamayan melalui sepak bolah. sadar atau tidak sadar, didier drogba berhasil menempatkan sepak bolah yg ia lakoni sebagai sarana, bukan tujuan. sarana untuk mendamaikan. Bukankah manusia diutus untuk menciptakan kedamayan?
dengan sepak bolah pun, kebersamaan dan hubungan kekeluargaan bisa kita wujudkan. tetapi itu pun kembali lagi ke tadi, bagai mana kita melihat sepak bolah sebagai sarana atau tujuan.
Nah dalam kontek pialah Dunia atau Pialah Akhirat pun, bisa demikian. itu semua tergantung bagaimana kita menempatkan tujuan hidup kita dalam berbagai situasi. Jika doa malam lupa, jika belajar lupa lalu jam tanyang piala dunia ingat, berati kita menempatkan pialah dunia sebagai tujuan. kita lupa dengan pialah akhirat.
pertanyaan penutup, Apa sih tujuan hidup setiap pribadi kita?
memoga saja AMDG.......
itu saja tangapandari saya.
salam.