Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Kamis, 17 Juni 2010

Piala Dunia Atau Piala Akhirat



Saya yakin pada pada saat ini di seluruh dunia di gencarkan dengan piala dunia. Dan, sayapun yakin bahwa saya dan anda sedang mendukung tim kesayangannya. Entah, Pantai Gading, Afrika Selatan sendiri, Ghana, Brasil ataupun, lainya, yang menjadi tim kesayangan kita. Itulah roda pertandingan piala dunia pada saat ini. 

Di dalam serumah, sekosan, sekontrakan, pasti berbeda pendukung. Antara temen- temanpun berbeda tim kesayangan. Betul atau tidak. Coba tengok keluar. Ke teman sekosan anda, serumah anda, ataupun teman sekontrakan anda, saya yakin teman yang satu dengan lainnya berbeda tim kesayangannya. Ada yang bilang Pantai Gading. Ada yang bilang Ghana, ada pula yang bilang Brasil jagonya. Ada yang bilang lagi Portugal yang tak tertandingkan. Pokoknya banyak alasan deh, untuk mendukung tim kesayangannya.

Inilah yang mengerakkan kita untuk tak perlu melewatkan yang namanya piala dunia. Piala dunia yang semakin digencarkan pada saat ini. Entah kenapa, kita tak perlu banyak alasan untuk duduk didepan layar. Kegiatan kita, saat makan pun, saat belajarpun, mungkin saja, saya dan anda tidak melewatkan hal ini. 

Inilah sebuah kompetisi yang sedang berlansung untuk memberikan nama yang terbaik untuk daerahnya ataupun negaranya. 

Ketika, pertandingan antara Jepang dan Kamerun, Samuel Eto bersama timnya kalah pada pertemuan awal. Ini artinya, negara Kamerun, Samuel Eto bersama teman- teman belum memberikan hasil yang terbaik untuk negaranya Kamerun. Begitu juga dengan tim dari negara lainnya. Untuk Brasil telah memberikan kemenangan atas Korea Utara. Inipun artinya Brasil telah memberikan nama yang terbaik bagi negaranya. 

Hal yang dirasakan tim Pantai Gadingpun sama. Merekapun ingin memberikan hasil yang terbaik bagi Pantai Gading dan Pantai Gading, dari Dedier Drogba bersama teman- temannya ini, tidak bisa juga memenangkan pertandingan, namun seri dengan tim nya Christian Ronaldo, Portugal. 

Disana- sini di setiap rumah diwarnai dengan pendugaan- pendugaan bahwa timnya yang lolos dan akan memenagkan piala dunia kali ini. Sampai- sampai pengamat sebak bola nasional dan internasional pun mencoba untuk memberikan pendugaan- pendugaan atas tim yang berlaga di piala dunia ini bahwa tim ini yang akan menang atapun yang akan kalah. Inilah roda dari piala dunia. 

Inilah sebuah gambaran mengenai kompetisi menuju kemenangan. Entah yang akan dimenangkan dalam piala dunia ini adalah Pantai Gading, Ghana, Brasil, Korea Utara, Korea Selatan, Afrika Selatan ataupun lainnya. Manusia di seluruh belahan dunia memikirkan dan berharap agar tim kesayangannya dapat memenangkan piala dunia kali ini. Dan, pasti saja, dari semua pendukung, pelatih, pemain dan lainya pasti sedang melancarkan strategi tepat agar timnya dapat memenangkan pertandingan piala dunia ini. Betul atau tidak?

Mungkin saya dan anda mengerti bahwa, inilah sebuah gambaran kompetisi yang sementara. Kompetisi sesaat untuk kesenangan sesaat. Betul atau tidak. Tapi, saya pada pendapat saya bahwa, ini hanyalah kompetisi sementara untuk kesenangan sementara. Dan mungkin anda bertanya, bila ada kompetisi sesaat, berarti ada kompetisi selamanya, dong?
Yah benar. Ada juga kompetisi selamanya. Kompetisi menuju kemenangan kekal. Kemenangan didalam kerajaan surga, kesenangan untuk selamanya. 

Kita tengok saja ke judul diatas. Piala dunia dan atau piala akirat. Ini dimaksudkan bahwa ada pilihan yang ingin diberikan. Pilihan itu misalnya, kemenangan atas kedua- duanya, misalnya dari kemenangan dunia maupun kemenangan akhirat, kemenanagan di dunia lebih penting, dan atau kemenangan untuk akhrirat lebih penting. Ini tentu saja bertolak belakang dari motivasi hidupnya. 

Berbicara motivasi tentu tidak terlepas dari tujuan hidup seseorang. Tujuan hidup yang sudah dirangcang, tujuan hidup yang belum maupun yang masih stengah hati terhadap tujuan alias, membiarkan hidup bagai air. Padahal, air belum tentu selalu mengalir ke laut yang tenang tetapi air itu mengalir ke selokan yang kotor. 

Bila kita tengok ke belakang tentang informasi 2012, saya kira ini hanyalah mengigatkan kita agar bersiap sedia untuk menerima kemenangan atapun kekalahan yang sudah dan akan menghampiri kita untuk saat ini ataupun selamanya. 

Inilah yang saya uraikan disini . Kita menghabiskan waktu untuk duduk didepan layar demi tim kesayangan kita. Apakah perlu? Saya kira, saya dan anda jawab sendiri menjawab sesuai motivasi hidup kita masing- masing. Apakah kemenangan didunia dan kemenagan akhirat atau hanya salah satunya. 

Piala dunia ini hanyalah sebagai contoh menuju kemenanagan duniawi untuk kemenangan sementara. Trus, bagaimana dengan kemenangan akhirat bagi saya dan anda? 

Mari mulai memilih untuk kemenangan keduanya, atau kemenangan satunya saja. Karena pilihan ada ditangan anda dan saya, apalagi untuk piala akhirat ini.
Mari mulai.



1 komentar:

  1. haks atas tulisannya ini. Sangat reflektif.

    Saya mau ikut berkomentar. Mudah-mudahan komentar ini bisa menjadi sering baik agar pemahaman kita semakin luas dan mendalam akan berbagai persoalan. kementar ini tentu saja dalam konteks tulisan yang dibagikan di atas.

    O, ia, saya sama sekali tidak menyatakan apa yang saya katakan ini adalah benar, maka harus di ikuti. bagi saya, saya hanya menanggapi sesuai yang saya pahami. ... Lihat Selengkapnya

    Salah satu hal yang mungkin perlu dipahami ialah masalah pemahaman kita akan sarana dan tujuan. Saat ini, banyak di antara kita yang keliru dan sulit membuat pembedaan antara sarana dan tujuan. Akibatnya, kadang hal yang pada hakikatnya adalah sarana di jadikan sebagai tujuan. Jika ini yang terjadi, orang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan yang sebenarnya ialah sarana itu.

    Uang misalnya. Uang sebernarnya adalah sarana. Tetapi karena idiologi kapitalisme telah mengajarkan kepada kita bahwa seorang harus mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, orang berusaha dengan segalah cara untuk mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya walaupun itu harus mengorbankan orang lain. Padahal uang itu hanya alat tukar. uang itu tidak akan mampu membuat manusia bahagia.

    Dalam konteks sepak bolah, orang juga centrung salah mengartikan sepakbolah sebagai saran atau tujuan. Jika sepak bolah dijadikan sarna, ornag akan bermain dengan sportif. Jika kalah ya kala. Senyum tetap mengembang.
    Jika sepak bolah dilihat sebagai tujuan, kemungkinan orang akan bermain curang. Bayar wasit, datangkan dukun di pingir lapangan dan lain sebagainya. pemujaan berhala terjadi. Jika kalah, perkelayan sporter tidak lagi bisa dihindari.

    Ada satu cerita menarik mengenai pantai gading. pantai gading ialah negara yang dahulunya selalu di landa perang saudara. salah satu pemain nasional pantai gading yang bermain di celsi, didiof drogba, suatu ketika menegur teman-temanya yang selalu perang saudara di negrinya. katanya,

    " kalian ini taunya baku perang, kalian tidak liat k, kami yang lain mati2an di lapangan hijau belah negara ini."

    mendengar itu, pihak yang bertikai dalam negri merasa malu. perang pun berhenti. akhirnya kedamayan tercipta lagi di pantai gading. sadar atau tidak sadar, apa pun motifassi didier drogba, ia berhasil menciptakan kedamayan melalui sepak bolah. sadar atau tidak sadar, didier drogba berhasil menempatkan sepak bolah yg ia lakoni sebagai sarana, bukan tujuan. sarana untuk mendamaikan. Bukankah manusia diutus untuk menciptakan kedamayan?

    dengan sepak bolah pun, kebersamaan dan hubungan kekeluargaan bisa kita wujudkan. tetapi itu pun kembali lagi ke tadi, bagai mana kita melihat sepak bolah sebagai sarana atau tujuan.

    Nah dalam kontek pialah Dunia atau Pialah Akhirat pun, bisa demikian. itu semua tergantung bagaimana kita menempatkan tujuan hidup kita dalam berbagai situasi. Jika doa malam lupa, jika belajar lupa lalu jam tanyang piala dunia ingat, berati kita menempatkan pialah dunia sebagai tujuan. kita lupa dengan pialah akhirat.

    pertanyaan penutup, Apa sih tujuan hidup setiap pribadi kita?
    memoga saja AMDG.......

    itu saja tangapandari saya.
    salam.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.