Welcome to my blog

Selamat datang di webblog saya. Saya senang menyapa anda semua.

Sabtu, 10 Mei 2014

Apiye Yosepina Edoway


Add caption

Malam  pekat ini menuju jam 10 malam.  Panas matahari belum menyisahkan sisa pancaran. Hanya kemerlapan lampu- lampu di Pelabuhan. Dan hiruk- Pikuknya Manusia. Kemudian, dengan kapal yang  Jam 11 Lebih, kapal siap berangkat.

Ada bel lewat Handphond (HP) Mama Mote. “Ada Jhon ka”, Suara seberang atas pembicaraan dengan mama.

Mama Mote  bilang Jhon  ada. Mama memberikan saya HP itu. Saya balik menanyakan. Dengan siapa dan dimana. Karena pikiran lagi berkecambuk dengan menunggu kapal yang lagi berlabuh di pelabuhan Samabusa Nabire Papua.

Suara ini semakin jelas. Saya lansung menebak suara ini. Apiye Yosepina Edowai. Dia bel dari Jayapura. Saya asik mendengarkan. Rupanya dia memberikan nasehat.

Walaupun begitu saya belum ingat semua nasihat itu. Saya hanya ingat salah satunya saja.
“Jhon, Jangan Lupa Tuhan Yah” Kata Apiye saat itu.

Saya ucapkan terima Kasih. Saya merasa bersyukur karena kata nasihat luar biasa yang saya pernah dapat dari orang- orang terdekat.

Namun sayang, saya siap naik kapal. Saya siap menghakiri pembicaraan dari kaka Apiye Yosepina Edoway.

Apiye Yosepina bilang, iya, saya hanya mengingatkan itu saja. Saya bel lewat mama hanya mengigatkan itu saja. Selamat berjuang yah. Katanya menghakiri juga. Saya naik kapal.

***

Saya mengenal Yosepina itu saat dulu di wakeitei, Kota tua saat Sub Afdelling Belanda. Kemudian  di Nabire. Sampai akhirnya dia pergi kuliah di Jayapura juga.

Karena dia tahu saya keluar studi ke Jawa akhirnya dia bel lewat mama. Tapi hingga kini saya belum ingat semua nasihatnya. Hanya kalimat  diatas.

Tapi kini, saya terbantu dengan satu kalimat diatas. Saya benar- benar diberi sebuah hal yang berharga dalam hidup. Kalimat yang lansung bermuara ke Penyelengara kehidupan yakni Tuhan.

Sekali lagi terima kasih Apiye Yosepina Edowai. Luar biasa berharga atas Nasehat- nasehatmu.
Saya menulis cerita singkat ini untuk mengenangmu. Selamat Jalan kepada Sang Penyelengara Kehidupan Yakni Tuhan. Semoga diterima di sisi-Nya.

Salam mengenang !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.