Makan
Gorengan adalah langkah awal kami. Kami duduk sebagai pembelajar. Kami duduk
untuk membicarakan makrap kami. Lebih tepatnya, Kami ingin jadi pemenang Tim.
Pemenang tim untuk Makrap Kami.
Saya
ingin ucapkan selamat kepada panitia makrab Imapa Bogor yang ada di
tempat. Panitia ini sudah ada saat sebelum saya tiba. Mereka sudah hadir dulu
karena main bola voli dalam rangka pencarian dana. Dana ini akan tentunya
mereka peruntukan bagi kepanitian tersebut.
Kini
saya mampir sebentar setelah dua jam kemudian. Hadir bagai seorang disitu. Saya
hadir karena saya juga anggota Imapa Bogor. Saya lebih suka menyebut diri,
Manusia Pembelajar. Saya mau belajar banyak dari teman- teman panitia ini. Saya
bergabung dengan mereka. Kami ditemani malam, udara segar tanah pasundan
dan lampu disekitar tempat itu. Disitu ada Kris Pakuai sebagai ketua Panitia
makrab Imapa Bogor. Ada Andreas Adii juga sebagai sekertaris Panitia Makrab
Imapa. Ada Yorince wandimbo selaku bendahara. Kemudian ada beberapa koordinator
setiap seksi.
Saya
senang melihat mereka. Mereka saling bertukar ide, gagasan, masukan mereka.
Yang intinya adalah untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Mereka membicarakan
mengenai sumber dana. Misal dari pengajuan proposal, bazar panitia, kegiatan
panitia seperti main voli dan sumbangan wajib setiap anggota panitia.
Selain
itu, mereka membicarakan mengenai konsep acara mereka. Dari awal kegiatan
hingga selesainya. Dari kepastian Pemateri hingga sumber daya lain yang
digunakan. Mereka saling diskusi satu dengan lainnya. Mereka menyaring
informasi yang menurut mereka benar dan tepat sasaran sesuai keinginan mereka.
Saya
masih membisu. Hanya mendegar. Saya hanya ditemani Beberapa Gorengan yang
dibagikan oleh panitia. Kusantap. Enak. Ada air bening segelas juga. Saya
menikmati. Menikmati mereka bicara. Menikmati makanan gorengan dan
segelas air bening. Menikmati udara sejuknya tanah pasundan.
Panitia
membicarakan semua. Kris mengarahkan mereka untuk tetap semangat untuk mencari
dana. Dari pertemuan itu, dari setiap seksi menyampaikan unek, ide, gagasan,
dan masukan mereka. Ada seksi perlengkapan. Seksi publikasi, dekorasi dan
dokumentasi. Seksi acara. Seksi Konsumsi.
Saya
tahu, mereka sedang belajar. Saya juga sama. Mereka sedang belajar
menyampaikan ide, mereka sedang belajar mendegarkan, mereka sedang belajar
analisa persoalan persiapan makrab, dan lain- lain. Kami yang duduk dibawa
lampu itu sedang belajar.
Kami
senang menyebut diri, Manusia pembelajar. Sambil menikmati gorengan ini. Iya
kami pembelajar. Saya ucapkan selamat buat kami semua.
Iya,
selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.