![]() |
| Ilustrasi Payung @ google |
Ada-
ada saja teman- teman ini berteriak. Minta jas hujan, dan Payung. Kami
berlomba- lomba mengunakan payung dan jas hujan yang ada. Mungkin lebih
tepatnya yang duluan dapat. Kecuali pemiliknya.
Saya
termasuk orang yang beruntung memiliki payung. Apalagi akhir- akhir ini
hujan melanda Bogor. Kemudian Banjir Melanda Jakarta. Semoga tidak
selayak kekerasan melanda Papua. Karena hebat. Kalau hujan cukup diatasi
dengan payung.
Payung
yang saya miliki ini, tak pernah alpa dari hantaman hujan gerimis hingga deras.
Matahari tak memancarkan senarnya secara baik. Cuaca cukup buruk.
Saya
teringat pepatah lama. “ sediakan payung sebelum hujan”. Lebih tepatnya “
sediakan payung sebelum ke Bogor”. Seperti biasanya juga, hujan menjadi teman
setia kami disini. Apalagi untuk kondisi saat ini. Semoga hujan di Tahun 2014
tidak lebih hebat seperti panasnya setuasi politik di tahun 2014.
Ahh
sudah, abaikan, politik dulu. Kembali ke payung.
Payung
berwarna putih adalah Payung yang saya miliki sejak lama. Payung ini masih terawat
hingga sekarang. Walaupun bagaimana pun juga sebagai pengaman dari terpaan
hujan.
Di
Bogor hujan bukan hal baru. Sudah menjadi ciri khas. Jadi, Ayo teman kita
miliki payung dari sekarang. Atau jas hujan. Supaya kita terlindungi dari hujan
deras yang ada. Supaya aman melakukan aktivitas kita.
Syukur-
syukur, kepada mereka yang baru datang, sekalian bawa payungnya. Atau beli di
tempat jual. Saya beli saat BBM belum dinaikkan harganya. Harganya terjangkau.
Sekarang dan nanti, Tanya pada Pemimpin besok?
Kebanyakan
di Papua, payung bukan kebutuhan yang mendesak. Yang lebih mendesak di Papua
adalah kedamaian, keadilan, dan ketentraman hidup. Kenyamanan hidup karena
kekerasan yang sedang terjadi disana.
Kembali
lagi ke payung. Kalau kehujanan cari payung untuk kenyamanan dari basah. Tapi
kalau kekerasan di Papua kembali lagi ke Payung. Payung hukum. Payung mana?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.