![]() |
| Baju Biru adalah Agustian Tatogo |
Selamat sore kataku,
pada seorang anak muda yang luar biasa. Namanya Agustian Tatogo. Di Agustian,
Satu jam bukan lama dan bukan pula cepat buatku untuk mencari tahu soal
agustian dan teman setianya, sepeda yang berwarna putih dominan. Ternyata kata
‘selamat sore’ bukan hanya buat agustian tetapi sepedanya yang ada didepan
kosnya di kota gudeg jogja.
Kira-
kira pukul lima sore, saya masuk di kos berukuran tiga kali empat meter
kali lima meter. Disitulah agustian dan temannya, sepeda setia, tinggal. Jujur
saja bahwa, sebenarnya saya datang mengangu keseharian agustian. Tetapi, saya
datang hanya ingin menyapa saja. Karena aku baru saja tiba di kota gudeg
dan malamnya akan kembali ke kota studiku, tanah Pasundan.
“
Dik, ko ceritakan ko dengan ko pu teman setia sepeda itu bagaimana nih. Sa juga
ingin tahu? “ kataku cepat
Agustian
mulai cerita soal dirinya dan sepeda putih itu. Dia mulai cerita dari inspirasi
timbul dirinya terhadap sepeda putih itu. Ternyata jelas benar bahwa, agustian
punya misi yang luar biasa untuk dirinya dan demi lapisan bumi dan manusia.
Agustian
mulai cerita soal pengalaman ke semarang. Ke boyolali. Pengalaman tidur di
gereja. Di gua Maria. Pengalaman tidur di dekat Satpam. Katanya adalah
mengenali dunia yang berbeda dan kemudian melihat buah- buah roh, apalagi soal
cinta kasih.
Terima
Kasih agustian saya sudah satu jam mengangu kegiatan anda di kota gudeg Jogja.
Selamat beraktifitas. Selamat melanjutkan kegiatan selanjutnya dengan teman
setiamu, sepeda. Proficiat Yah !
Saya
[telah] di Agustian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.